Jumaat, 13 Januari 2012



Dah lama rasanya tak 'memblogkan' diri. Bertugas di tempat baru dan 'luar negeri' sememangnya memerlukan komitmen yang lebih dalam tanggungjawab. Segala-galanya kena 'survive'. Al-maklumlah kita ni walau pun 'senior' di tempat lama, namun tetap 'junior' di tempat baru. Ditambah pulak dengan bidang tugas yang berlainan dengan sebelum ini. Jadi kita kenalah merendah diri dan belajar. Kata orang rambut perang, 'empty your cup'.

Berbalik pada tajuk isu kali ni, awal tahun lepas melalui pengumuman oleh Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, sebaik sahaja selesai mempengurusikan Mesyuarat Agong Bank Rakyat telah mengumumkan yang Bank Rakyat telah diberikan kebenaran oleh Bank Negara Malaysia (BNM) untuk menambah modal syer mereka. Ini bermakna penantian aku selama ini Insyaallah ternoktah. Menjadi ahli yang sekadar modal sahamnya, 'dipaksa' beli oleh Bank Rakyat masa aku mula-mula mohon pembiayaan, tidak memungkinkan aku menikmati perasaan pemain saham dalam ertikata sebenarnya. Tidak dapat dinafikan yang aku, seperti juga kebanyakan rakyat Malaysia lain, bukanlah individu yang mempunyai kelebihan dalam mendapatkan modal yang besar untuk ditambah. Namun, kalau hanya menggunakan alasan itu, lalu tak ditambah langsung bilamana peluang terbuka, tolak tuah pulak orang kata. Apapun kesabaran aku berhasil. Surat daripada abang 'posmen' tiba juga. Tambahan modal RM 5000 yang aku pohon 4 tahun lalu, dapat jugak akhirnya. Mujurlah persiapan dah dibuat. Kalau nak harapkan gaji, tentulah aku termenung panjang mengenangkan tarikh luput yang pendek diberikan untuk menerima tawaran. Apapun sebenarnya, niat awal aku menambah saham, hanya untuk mendapatkan bonus dan dapatlah 'settlekan' bil-bil tahunan yang memeningkan kepala. Dengan tambahan modal ini, dapatlah aku mula merancang percutian tahunan untuk keluarga tersayang, Insyaallah....

Sabtu, 7 Mei 2011

Isu Selawat Syifa'

Dalam buku Doa & Rawatan Penyakit yang di karang bersama oleh Y.Bhg Dato’ Dr. Haron Din & YB. Dr. Amran Kasimin menterjemahkan makna Selawat Syifa’ seperti berikut;

Terjemahan:
“Ya Allah, berilah rahmat ke atas penghulu kami, Muhammad s.a.w. yang menyembuhkan hati-hati, penawarnya dan kesejahteraan badan, kesembuhan juga cahaya penglihatan dan berilah rahmat keberkatan dan kesejahteraan atas keluarga dan sahabatnya”

Dalam terjemahan makna ini ada sedikit timbul kekeliruan kerana menyebut “Muhammad s.a.w. yang menyembuhkan hati-hati”. Persoalannya siapa yang memberi kesembuhan. Dalam terjemahan ini jika dibaca secara langsung memang ada sedikit kekeliruan kerana seolah-olah nabi Muhammad yang menyembuhkan hati-hati.

Dalam persoalan Selawat Syifa ini Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din menjelaskan seperti berikut; di dalam kamus Bahasa Arab yang masyhur iaitu Kamus al-Munjid, perkataan “Tib” adalah bermaksud “’ilaj” iaitu di dalam bahasa Melayu bermakna “Ubat” atau “Penawar”. Ia bukan bermaksud “Syafi’ iaitu menyembuhkan.

Dengan itu kalau diterjemahkan ِ iaitu “Ya Allah, berilah rahmat ke atas penghulu kami nabi Muhammad s.a.w. yang menjadi penawar kepada hati-hati”

‘Iktikad kita perlu diperbetulkan supaya tidak syirik kepada Allah SWT. Allah SWT. sahaja yang boleh memberi kesembuhan. Kesembuhan hanya milik Allah SWT.

Semoga Allah SWT. sentiasa menjauhkan kita daripada syirik kepada-Nya.

Wallahhu ‘alam.

Isnin, 20 Disember 2010

Al-Quran & Sains : Ledakan Kosmos

Teori BIG BANG oleh Profesor terkenal, Stephen Hawking telah dijelaskan hampir 1500 tahun dahulu dalam surah Al-Dzariyat : 47, Al-Anbiya : 30 dan Fussilat : 11. Dokumentari ini, sekali lagi menguatkan iman dan kebenaran islam, dimana Al Quran yang diturunkan kepada Rasulullah bukanlah hanya sekadar kitab biasa, dan ia adalah firman dari Allah. Al Quran sudah menjelaskan bagaimana asal kejadian alam semesta, dan penelitian abad ke-19 menunjukkan kesamaan hasil penelitian dengan yang termaktub dalam Al-Quran yang diturunkan sekitar 610 Masihi.

Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta adalah teori big bang yang gah diutarakan oleh Profesor Stephen Hawking, disebutkan bahawa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmos sekitar 10-20 juta tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya pengembangan alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmos tersebut, seluruh ruang bahan dan tenaga terkumpul dalam sebuah titik. Mungkin banyak di antara kita yang telah membaca tentang teori tersebut. Sama-sama kita saksikan.

Sabtu, 11 Disember 2010

Anak Anugerah Ilahi


Mungkin ada di antara kita yang belum mendapat anak meski sudah bertahun-tahun menikah dan usia sudah menjelang tua. Nabi Zakaria dan istrinya juga begitu. Mereka belum juga punya anak meski sudah lama menikah dan usia menjelang uzur.

Namun Nabi Zakaria berdo’a sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur’an, surat Ali ‘Imran ayat 38:

Doa Nabi Zakaria untuk Mendapatkan Anak

“Di sanalah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” [Ali ‘Imran:38]

Transliterasi doanya sebagai berikut: “Robbi hablii milladunka dzurriyyatan thoyyibah. Innaka sami’ud du’aaa’”

Tak lama setelah Nabi Zakaria mengucapkan doa tersebut, Allah mengabulkan doanya dengan memberi seorang anak:

“Kemudian Malaikat Jibril memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab. Katanya: “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putera yang bernama Yahya, yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri dari hawa nafsu dan seorang Nabi dari orang-orang yang saleh.” [Ali ‘Imran:39]

Zakaria sampai merasa heran karena dia sudah sangat tua sedang istrinya mandul:

Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?.” Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” [Ali ‘Imran:40]


Doa Nabi Ibrahim untuk Mendapat Anak

Robi hablii minash shoolihiin

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” [Ash Shaaffaat 100]

Setelah itu Allah memberinya anak:

“Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar” [Ash Shaaffaat 101]

Tentu saja selain berdoa kita wajib berusaha. Saya dulu sempat khawatir juga ketika setelah baligh waktu di SMP menderita penyakit gondongan. Saya sempat membaca (entah benar atau tidak) kalau menderita penyakit itu setelah balligh bisa mandul. Namun alhamdulillah ternyata Allah mengkaruniai anak.

Beberapa nasehat yang dapat saya berikan (percaya atau tidak) adalah jika anda atau pasangan anda merokok, coba dihentikan. Selain di bungkus rokok disebut rokok bisa mengakibatkan impotensi dan gangguan janin, beberapa orang yang saya lihat tidak mendapat anak memang merupakan perokok yang kuat. Memang ada juga perokok kuat yang punya banyak anak, tapi daya tahan seseorang terhadap pengaruh rokok kan berbeda-beda.

Kemudian coba minum madu 2 sendok makan setiap pagi dan malam. Usahakan madu asli seperti Madu Pramuka (sebab banyak ”Madu” yang palsu dari gula jawa). Ciri-ciri madu asli, semut kurang begitu suka, kemudian jika dibuka terutama setelah dikocok (sebaiknya jangan dikocok) dia akan berbunyi ”ploh” seperti ada gas di dalamnya. Terkadang bahkan meluap keluar.

Sebagaimana firman Allah, madu itu adalah obat yang dapat menyembuhkan termasuk penyakit mandul anda:

”…Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” [An Nahl:69]

Lalu coba lari pagi agar otot anda lebih kuat, nafas lebih panjang, dan lebih bugar. Coba anda dan pasangan anda jika bekerja mengambil cuti, terutama pada masa-masa subur (minggu pertama setelah haid usai) sehingga tidak mengalami kelelahan akibat bekerja.

Maaf jika agak sedikit vulgar, namun sebagai nasehat ini cukup penting. Usahakan posisi ”sedalam-dalamnya.” Saya tidak akan menguraikan terlalu jauh. Kalau anda belum mengerti, coba tanya ke orang-orang terdekat anda (muhrim) yang lebih mengerti.

Usahakan sperma bisa mengalir ke dalam dan bertemu ovum dengan mengatur posisi tubuh wanita misalnya mengganjal dubur dengan bantal (dada lebih rendah dari dubur). Biasanya setelah sholat Subuh merupakan waktu terbaik di mana kondisi anda benar-benar masih segar.

Anda harus berusaha setiap hari. Jika perlu sehari 2 sampai 4 kali.

Kemudian jika ingin mengatur apakah kita ingin anak lelaki atau perempuan, mungkin kita bisa lakukan sebagai berikut. Memang Allah SWT yang Maha menentukan. Tapi tidak ada salahnya kita sebagai manusia berusaha.

Dari berbagai artikel yang saya baca, jika kita sering makan telur, maka anak yang dilahirkan kemungkinan besar perempuan. Dan memang ketika saya mendapat anak perempuan, sebelumnya saya makan telur hampir tiap hari (saya tidak tahu kenapa).

Kemudian jika ingin anak laki-laki, perbanyak makan ikan dan yang asin-asin (tapi jangan berlebihan agar anda tidak darah tinggi). Ketika ingin mendapat anak laki-laki memang sengaja saya minta istri saya untuk sering memasak ikan. Dan di kantor juga saya memilih ikan sebagai menu makan siang. Alhamdulillah Allah mengkaruniakan saya anak laki-laki sehingga anak saya jadi sepasang.

Kalau menurut teorinya sih, telur memperkuat sel sperma yang menentukan jenis kelamin perempuan, sedang ikan memperkuat sel sperma untuk laki-laki. Mengenai kebenarannya wallahu a’lam bish showab. Namun itulah yang saya lakukan dan saya alami.

Jika seandainya semua usaha itu belum membuahkan hasil juga, anda bisa mengasuh anak yatim. Tidak perlu jauh-jauh, mungkin keponakan anda sendiri atau saudara yang lainnya. Jika tidak ada, baru anak yatim yang tidak ada hubungan keluarga dengan anda.

Pahala mengasuh anak yatim sangat besar seperti digambarkan hadits-hadits di bawah ini:

Nabi Muhammad SAW berkata: ”Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua jari ini.” (HR. Bukhari). Penjelasan: (Rasulullah Saw. menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya).

Rasulullah SAW berkata: ”Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat. (HR. Ath-Thabrani)

Ada seorang adik saya yang lama setelah menikah belum mendapat anak. Akhirnya ibu saya menyuruhnya untuk bersedekah kepada anak-anak Yatim di satu panti asuhan dengan memberi makan dan juga uang ke masing-masing akan yatim sekadarnya. Tak berapa lama, alhamdulillah lahir anak pertama mereka. Dan sekarang menyusul anak yang kedua. Insya Allah doa mukmin lainnya seperti para ustad atau pun anak yatim yang masih suci itu doanya didengar Allah SWT.

Semoga informasi ini bermanfaat.
penulis

Tak susah untuk kenal



Dibasuh dari sumur Falahiah 3 tahun lamanya; kemudian mengalir di sepanjang nahar Maktab Rendah Sains MARA Kuala Berang, lalu dibilas di lembah UTM di tengah kota Metropolitan hampir 4 tahun dan terdampar di titis Lata Kinjang. Perantau kelahiran Tok Janggut pada 6 Mac 1983 ini, terlontar ke ranah pentadbiran dan latihan.



Rentak tari pada pentas bermula di Paya Indah, 2005, mengenal tinta negara, sebelum berpencak galak Mat Kilau bersama-sama pendidik tanah air lain di negeri kelahiran pahlawan itu. 6 purnama memerah keringat melebar ukhwah, kaki melangkah ke Air Keroh Melaka.2007, diri dipanggil mengisi kekosongan di bumi Maharajalela. Tentunya insan ini masih kerdil ilmu ditimba. Terasa benar tidak cukup ilmu didada, mula mengasah perjuangan tinta pena di Sri Iskandar. Gerak pencak bertukar gelanggang. Sungai Petani diri terlontar. Kini hamba daif menongkah ranjau dunia di negeri jolokan Darul Sunnah. Dan disinilah dulu dan kini, bermula detik menimba pengalaman baru selaku perantau dan akan terus mengorak langkah mengejar kebahagiaan dua dunia...

Air Mataku Bercucuran, Teringat Beban Dosa-dosaku Yang Telah Mengabaikan RahmatMu..


Duhai malam perlahan semakin kelam, Ketika manusia tidur, air mataku bercucuran, jiwaku dirundung kesedihan dan penderitaan. Hilanglah kebahagiaan dalam kegelapan Air mataku bercucuran, teringat beban dosa-dosaku yang telah mengabaikan rahmatMu..

Itulah yang diucapkan oleh Ali Bin Abi Thalib dalam kitab 'Arwa al Asrar', Ali Bin Abi Thalib senantiasa menunaikan sholat malamnya bersama para sahabatnya di Kufah. Saat itu beliau sebagai Amirul Mukminin, tatkala selesai sholat beliau duduk meneteskan air mata, penuh isak tangis dan wajahnya diselimuti dengan kesedihan, Orang-orang yang berada disekitarnya tidak beranjak sedikitpun sampai tiba waktu sholat subuh hingga terbit matahari.

Selesai sholat, Ali menggelengkan kepala, dengan berderai air mata dan penuh kesedihan sambil mengucap, 'Demi Allah, aku telah melihat Rasulullah, apa yang aku lihat hari ini adalah sama halnya yang dilakukan oleh Rasulullah, disetiap sholat malam dimatanya basah dengan linangan air mata dan terdapat bekas-bekas tanda sujud kepada Allah sepanjang malam, Rasulullah senantiasa membaca al-Quran, apabila mengingat Allah sampai condong tubuhnya seperti meliuknya pohon dihembus angin. Rasulullah juga bercucuran air mata sehingga membasahi pakaiannya.

Itulah tangisan orang yang sholeh berharap rahmat Allah bahkan dahsyatnya tangisan itu mampu membuat tubuhnya tersungkur karena takut akan kehilangan rahmat Allah pada dirinya. Begitulah hamba-hamba Allah yang mampu meneteskan air mata penuh harap atas rahmatNya. AIr mata itu tidak akan menetes bila hati kita mengeras.

Mampukah kita menangis malam ini?

PDRM atau PRDM???

Saban hari kita selalu dengar berita berkenaan penyalahgunaan kuasa oleh pihak polis.Terdetik dihati saya,samakah polis/tentera Thai dengan polis/tentera di Malaysia? Dan samakah rakyat Thai dengan rakyat Malaysia? Dan samakah krisis di Thai dan krisis di Malaysia yang memungkinkan PDRM untuk bertindak sedemikian?
Saya amat tertarik dengan tulisan Zukri Aksah pada 6 Mei di Malaysiakini pada ruangan surat pembaca. Luahannya amat terkesan dihati saya.
Seikhlas hati untuk saya nyatakan bahawa saya tidak membenci PDRM. PDRM dan rakyat tak dapat dipisahkan. Ibarat adik beradik yang saling memerlukan antara satu sama lain. Ada tikanya adik beradik berselisih pendapat dan wujud benci. Namun adakah benci itu kekal? Jawapannya tidak. Benci hanya pada sikap dan apa yang telah berlaku sahaja. Dan masa menjadi penawar,kata-kata yang baik menjadi ubat mujarab.
Di sini saya kepilkan sekali luahan saudara Zukri Aksah. Moga-moga dapat kita sama-sama meneliti dan memikirkan apa yang berkesan dan apa yang tidak.

Nasrizal Haji Yaakub

Zukri Aksah Mei 6, 10 10:48am

Ia mengingatkan saya pada peristiwa Himpunan 100,000 rakyat di Lebuhraya Kesas tanggal 5 November 2000, lama dahulu.

Saya berkesempatan melihat seorang pakcik dibelasah dengan belantan oleh polis sehingga patah belantan itu, nyatanya pakcik itu tidak mengejar polis, tetapi polislah yang mengejarnya.

Saya juga berkesempatan melihat sikap tidak hormat harta peribadi orang bila polis dengan sewenang-wenangnya menendang motosikal-motosikal yang diletakkan di tepi jalan sehingga jatuh terbalik, sekali lagi motosikal-motosikal yang tidak bergerak itu tentulah tidak mengejar polis, tetapi polis membaham mereka seperti harimau kelaparan.

Arwah Aminulrasyid Amzah mengingatkan semula saya terhadap peristiwa ini.

Sebabnya laporan awal ada mengatakan bahawa kereta yang dipandu arwah yang hanya berumur 15 tahun ini mengundur dan cuba merempuh polis.

Ini yang membuat saya jadi sinikal, betapa seorang remaja Tingkatan 3 yang sedang ketakutan mengambil tindakan berani “mengejar” polis secara mengundur, sedangkan lautan manusia di Kesas lebih 10 tahun dahulu, walaupun semuanya berani-berani belaka, tidak ada seorang pun yang menjadi “gila” mengejar polis.

Bagi mewajarkan segala apa yang sudah berlaku, polis mendakwa yang arwah Aminulrasyid adalah suspek penyamun setelah kenyataan bahawa polis melepaskan tembakan kerana kereta yang dipandu arwah Aminulrasyid cuba lari dari sekatan jalanraya tidak dapat diterima oleh banyak pihak.

Dakwaan awal bahawa senjata parang ditemui dalam kereta tersebut juga hilang begitu sahaja, tiada sidang media polis seperti yang biasa kita lihat dengan parang ditunjukkan di atas meja.

Tayar dan kereta yang dipandu arwah Aminulrasyid ditembak bertubi-tubi. Timbul dua persoalan penting di sini. Pertama, apakah kereta itu terbukti sebuah kereta curi atau ada maklumat kereta itu milik kumpulan penjenayah tertentu sehingga ia “dilayan” sebegitu rupa oleh pihak polis?

Kedua, apakah anggota polis yang meronda di lapangan adalah dari kategori tidak terlatih dalam penggunaan senjata api? Hinggakan tembakan ke arah tayar boleh tersasar sehingga ke kepala arwah Aminulrasyid, yang seterusnya membawa kepada kematian remaja ini? Kalau betul, ia sudah tentu satu keadaan yang sangat menakutkan bagi orang awam selepas ini.
Saya tidak menafikan arwah Aminulrasyid ada kenakalannya yang tersendiri sebagai seorang remaja. Dari fakta kes, arwah sudah tentu salah kerana memandu tanpa lesen, dan arwah juga mungkin telah memandu melebihi had laju (itupun mungkin kerana arwah sedang dalam ketakutan).

Tetapi itu belum lagi mampu mewajarkan akal waras saya untuk menerima logik tembakan pihak polis tersebut. Ya, polis boleh memberi tembakan amaran, tetapi bukankah tembakan amaran sepatutnya dilepaskan ke udara? Sebelum saya tertinggal, dari fakta kes juga, bukankah kereta polis yang mengejar kereta Aminulrasyid itu dari jenis MPV, sedangkan Aminulrasyid hanyalah seorang pemandu amatur yang memandu kereta Proton Iswara?

Saya rasa tidak susah MPV tersebut memotong sebuah Iswara dan mengarahkannya berhenti, tanpa perlu sebarang tembakan dilepaskan?

Akhirnya apa yang berlaku sudahpun berlaku, sedihnya apa yang berlaku adalah tragedi, tragedi yang melibatkan kematian, saya percaya semua pihak tidak mahu ini berlaku. Apapun perbicaraan hingga kini masih lagi berlangsung. Moga isu ini diadili dengan sebaiknya.

Saya bersetuju dengan gesaan Musa Hassan (bersara) supaya rakyat tidak mempertikaikan tugas polis. Untuk rekod, rakyat tidak pernah mempertikaikan tugas polis, tugas yang asasi iaitu menjaga keselamatan awam secara seadilnya. Namun apa yang berlaku mutakhir ini mencetus kritik tentang bagaimana pihak polis bertugas?

Malangnya polis tidak dapat mengelak dan menafikan kritik ini, sebab arwah Aminulrasyid bukanlah kes pertama yang memperlihatkan polis seperti bertindak secara sewenang-wenangnya.

Seperti laporan media sebelum ini, Januari lalu kita dikejutkan dengan kes Norizan Salleh yang mendakwa ditembak lima kali di bahagian dada dan tangan di sebuah lebuh raya ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Segambut. Akibat dari serangan tersebut, Norizan diberitakan cedera parah dan terlantar di hospital lebih dua minggu di bawah pengawasan polis.

Beliau juga dilaporkan terpaksa menanggung sendiri kos rawatan perubatan berjumlah hampir RM20,000. Jauh sebelum itu negara juga digegarkan dengan kes kematian mendiang Kugan dalam lokap polis.

Saya kira masalahnya polis terlalu dimanjakan sehingga mereka merasa terlalu berkuasa. Kerapkali status dan kuasa “polis” mereka diperguna dan disalahguna oleh elit-elit politik pemerintah demi kelangsungan politik kumpulan ini, sehinggakan tanpa sedar mungkin, polis hari ini mengguna pakai skala kuasa yang diteladani dari elit-elit politik ini.

Skala kuasa ini tidak lagi berasaskan kepada tugas asasi polis, iaitu menjaga keselamatan awam seadilnya, skala kuasa ini juga memanipulasi ruang gelap dalam undang-undang yang dilihat sangat abstrak dan subjektif tafsirannya.

Sekali lagi, rakyat sebenarnya tidak pernah mempertikaikan tugas polis, cuma kegusarannya adalah tentang bagaimana polis bertugas. Kerana tidak mempertikanlah, rakyat selama ini masih membayar saman trafik polis, masih ke balai polis jika ada kejadian yang perlu dilaporkan, dan masih menelefon polis jika ada kecemasan berkait dengan keselamatan.

Rakyat masih menaruh harapan, janganlah tunggu sampai rakyat membenar dan mengiyakan ungkapan polis raja di Malaysia itu.

Berubahlah sementara sempat, kerana krisis kepercayaan antara rakyat dan polis, jika berlaku adalah tragedi yang lebih buruk berbanding kematian Aminulrasyid dan kecederaan Norizan.